Monday, 20 August 2012

Jangan Mudah Menyerah

Yosua 1 : 9
" Bukankah telah Ku perintahkan kepadamu; Kuatkan dan Teguhkan hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau,  kemana pun engkau pergi. "

Keberhasilan dan kesempatan semua berasal dari Tuhan. Semua orang mempunyai kesempatan, tetapi banyak orang gagal karena tidak memperhatikan kesempatan itu atau tidak mampu menjalani proses kesempatan itu.

Thomas Alfa Edison dalam menemukan lampu pijar, telah berulang kali mengalami kegagalan. Tak terhitung banyaknya percobaan-percobaan yang dia lakukan. Setiap barang maupun bahan yang gagal digunakannya, dilemparkannya keluar jendela sampai menumpuk menjadi setinggi tingkat dua rumahnya. pada tahun 1879, setelah 13 bulan mengalami kegagalan, akhirnya dia menemukan kawat pijar yang dapat menahan tekanan gelombang listrik yang sekarang di sebut lampu.

Maksimal kan kemampuan anda karena kita tidak pernah tau kapan kesempatan yang baik datang. Jangan hanya menunggu, karena menunggu membuat kita tidak pernah berbuat apa-apa dan tidak mendapatkan apa-apa. Orang yang tidak mengenal putus asa adalah orang yang menuju kesuksesan. Banyak orang yang pandai, gagal. Tapi orang yang Kuat dan Tangguh, biasanya berhasil.

Ada 2 ekor katak yang masing masing terjatuh kedalam yang berbeda yang berisi soda. Katak yang pertama berjiwa optimis, tapi katak yang kedua terlihat sangat sedih, " Aku akan tenggelam dan mati, selamat tinggal kawanku. " kata katak yang kedua. Namun katak yang pertama tetap berenang, " Aku akan terus berenang sampai kekuatanku habis. Meskipun akhirnya aku mati tenggelam, tapi setidaknya aku sudah berusaha. " kata katak pertama.

Katak pertama pun terus berenang sekuat tenaga, tanpa dia sadari dia mengaduk-aduk soda di dalam gelas itu sehingga buih buih air soda mulai naik terangkat hingga mencapai permukaan gelas. Dan akhirnya katak pertama pun bisa naik dan melompat keluar dari gelas.

Dunia melihat banyak alasan ketika gagal, tetapi hanya satu alasan ketika berhasil. Saat melihat orang berhasil dalam usahanya, banyak orang menganggap itu suatu keberuntungan atau kebetulan saja. Tetapi bagi Allah tidak ada yang namanya keberuntungan atau kebetulan. Semuanya ada dalam kendali dan rencana Allah. Allah selalu memberi umat Nya kesempatan untuk berhasil dan sukses.

Sunday, 19 August 2012

Merubah Pola Pikir yang Salah

Pengkhotbah 11 : 4 - 6

Ada sebuah cerita, pada suatu kali sekelompok turis berencana untuk berkemah di suatu hutan lindung. Mereka berpindah-pindah untuk mencari lokasi yang tepat. Tanpa sadar mereka kehilangan arah dan tersesat didalam hutan. Mereka mencoba menghubungi pengawas hutan tapi tidak bisa. mereka terus mencari jalan keluar berhari-hari sampai persediaan makanan mereka habis. Tiba-tiba mereka mendapati sebuah pondok tua kayu di tepi danau. Di dalam ruangan pondok itu terdapat satu kotak makanan penuh tapi sudah kadaluwarsa.

Tak lama kemudian muncul seekor anjing mendekati mereka. Mereka kemudian mencoba memberi makanan kadaluwarsa itu kepada anjing. Setelah menunggu beberapa lama, anjing itu tetap baik baik saja berlari kesana kemari dan akhirnya pergi. Lalu mereka beramai-ramai memakan makanan tersebut. Tak lama kemudian tim penolong menemukan mereka. Turis-turis tersebut kelihatan baik-baik semua. Namun setelah tim penolong tersebut menceritakan bahwa dalam perjalanan kemari tadi melihat ada seekor anjing mati dijalan, seketika para turis-turis tersebut semuanya merasa kepalanya pusing, perutnya mual, dan mau pingsan.

Sehingga para turis-turis tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa, Dokter menyatakan bahwa kondisi mereka baik-baik saja, hanya karena kecapekan dan menahan lapar sehingga kekurangan cairan. Mereka salah mengerti, mereka pikir telah keracunan makanan. Padahal anjing yang mati tadi bukan karena keracunan makanan tapi karena tertabrak mobil.

Cara berpikir kita tentang hidup ini sangat mempengaruhi kelangsungan hidup kita. Untuk merubah hidup agar lebih baik perlu merubah pola pikir yang salah. Mari kita memerangi kecemasan dengan sikap batin yang positif, optimis dan penuh syukur.

Saturday, 18 August 2012

Derita Salib

MATIUS 27 : 45, 46

Jika umat manusia di ibaratkan seperti seseorang yang tenggelam di laut. Allah tidak meneriakkan nasehat atau petunjuk bagaimana cara untuk menyelamatkan diri. Allah juga tidak melempar pelampung atau tali untuk menolong. Tapi yang diperbuat Allah adalah langsung melompat terjun ke laut itu, berenang dan menggendong manusia yang tenggelam itu. Itulah Allah dalam diri Kristus Yesus.

Tahukah Saudara-saudara, masa 33 tahun hidup Tuhan Yesus digambarkan hanya dengan sebuah kata kerja dalam Pengakuan Iman Rasuli. Perhatikan kata kerja dalam urutan kronologi kalimat ini ; " ... lahir dari anak dara Maria, yang menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan ... " satu satunya kata kerja yang digunakan untuk merumuskan seluruh hidup Tuhan yesus adalah ' Menderita '.

Bahkan sejak lahirpun Tuhan Yesus sudah menderita, lahir di tempat kandang Domba. Dan dalam usia masih seharipun sudah diajak mengungsi kemana-mana karena hendak dibunuh oleh Raja Herodes. Dan semasa hidup Nya, Dia membantu ayah Nya yang bekerja sebagai tukang kayu. Sampai Dia menjadi dewasa dan di baptis dan mulai mengabarkan Injil. Dan dalam mengabarkan Injilpun Tuhan Yesus makin menderita. Dimana banyak yang membenci Dia, menentang dan meng olok-olok Dia. Berkali-kali Tuhan Yesus menyingkir dan mengungsi untuk menghindari orang-orang yang tidak suka pada Nya. Banyak pergumulan hidup yang harus dihadapi sampai pada akhirnya di salib.
Galatia 3 : 13a
" Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita."

Tuhan Yesus mati secara terhina dan terkutuk, karena yang seharusnya mendapat kutukan itu adalah kita semua umat manusia. Demikian berat dosa umat manusia yang perlu ditebus, sehingga demikian dahsyatnya penderitaan Yesus untuk menebusnya!!