Thursday, 16 August 2012

Manusia Berharga di Mata Allah

Yesaya 43 : 4 - 7
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus
Apakah saudara-saudara sadar ........ Jika kita semua adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia, paling berharga. Kita manusia adalah makhluk rohani yang memiliki jiwa (pikiran,perasaan dan kehendak). Yang tinggal di dalam raga (tubuh). Di dalam manusia terdapat cinta, bahagia, cita-cita, ide, potensi, kreatifitas, moralitas dan rasa Ketuhanan yang tidak dimiliki oleh ciptaan Tuhan Allah lainnya bahkan malaikat sekalipun.

Kita tau bentuk malaikat tinggi besar bersayap bisa terbang dan berwibawa, tapi mereka di tugaskan dan di perintah Tuhan Allah untuk menjaga dan melindungi kita. Membangunkan rumah kita di sorga, menulis secara rinci tingkah laku kita setiap hari, perbuatan kita selama di bumi.

Saat malaikat jatuh ke dalam dosa, tidak ada pengampunan baginya. M Sedangkan saat manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan Allah memberikan kesempatan pada manusia untuk bertobat dan menerima pengampunan dari Allah. Mengapa?? Karena didalam diri manusia ada nafas hidup dari Allah yang disebut Roh Tuhan.
Kejadian 2 : 7
" Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup. "

Apakah saudara-saudara tau bahwa malaikat yang jatuh ke dalam dosa itulah yang disebut 'setan'. Setan iri kepada manusia, karena mereka tidak mendapat pengampunan seperti manusia. Sehingga mereka berusaha menjerat semua manusia untuk terus berdosa, dan menemani mereka di neraka.

Ada 7 strategi setan  
1.) Kemunduran
    Tuhan Allah mendorong kita untuk maju dalam panggilan Nya dan terus dekat dengan Allah.    Tetapi setan menginginkan kita mundur, untuk terus berbuat dosa dan jauh dari Allah. Yang sebenarnya Tuhan Allah sudah mengingatkan kita bahwa perbuatan kita salah, tetapi tetap saja kita berbuat dosa.
2.) Tekanan Rohani
     Secara perasaan alami, kita ingin sering membaca alkitab, sering berdoa dan sering memuji nama Tuhan. Tetapi setan menahan kita, menekan perasaan kita. Sehingga kita menjadi malas atau sibuk dengan rutinitas duniawi yang akhirnya kita lupa.
3.) Penindasan
     Setan selalu mencobai manusia, agar mereka jatuh kedalam dosa. Seperti sakit penyakit, ekonomi, masalah keluarga dan lainnya. Dengan berbagai masalah yang terus dihadapi, manusia akan merasa berbeban berat dan kecewa. Sehingga setan bisa membujuk kita bahwa Tuhan Allah sudah meninggalkan kita, dan kita pun ikut menjauh dari Tuhan Allah.
4.) Depresi
    Karena perasaan tertekan dan putus asa kita menjadi depresi. Menjadi depresi seperti jatuh ke dalam lubang, tidak ada harapan dan bisa menjadi gila atau bahkan bunuh diri. Jangan mencoba menyelesaikan masalahmu dengan kekuatanmu sendiri. Tetaplah dekat dengan Tuhan, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu. Perlengkapilah dirimu dengan Firman Allah. Simpanlah Firman Allah di dalam hatimu.
5.) Aniaya Pikiran
  Manusia yang membiarkan dirinya depresi akan membukakan pintu bagi setan untuk menghancurkan kita. Setan akan membujuk kita dengan janji akan menolong kita, membantu kita. Kita akan berpikir menyembuhkan penyakit ke orang pintar, mencari kekayaan melalui ritual dan menyelesaikan masalah pekerjaan melalui dukun dan para normal.
6.) Gangguan Pikiran
     Dalam artian obsesi yang buruk akan timbul dalam diri kita karena mempercayai tipu muslihat setan. Manusia tidak lagi mempunyai pikiran yang jernih, karena telah tertawan oleh roh jahat.
7.) Menjadi Milik Iblis
     Iblis dapat mengambil alih jiwa seseorang, dan mengendalikan orang itu.

Jadi, kita harus berjaga-jaga dalam menghadapi 7 strategi yang digunakan iblis untuk menghambat pertumbuhan rohani kita. Tetaplah berdoa dan dekat dengan Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. jangan percaya tipu muslihat iblis yang seakan akan memberi tau kita bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Ingatlah, bahwa Allah yang ada dalam diri anda lebih besar kuasa Nya daripada iblis yang ada dimana mana di dunia ini. Dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah dan dengan darah Kristus, kita dapat berdiri tegak melawan tipu muslihat iblis.

Wednesday, 15 August 2012

Memilih pergaulan

Dalam perjalanan hidup kita, yang menentukan baik buruknya hidup kita adalah dengan siapa kita bergaul. Pergaulan menjadi hal penentu utama dalam hidup kita. Jadi, kita harus pintar pintar memilih teman. Karena teman teman anda, menentukan masalah yang akan anda temui dan hadapi nanti. Teman bagaikan tombol lift, dapat membawa anda naik atau turun.

Amsal 13 : 20
" Siapa bergaul dengan orang bijak akan menjadi bijak tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. "

Banyak sekali muda-mudi jaman sekarang ini salah jalan karena salah pergaulan. Seharusnya mereka dan termasuk kita juga menyadari, mana pergaulan yang baik dan mana yang tidak baik. Karena kebanyakan para muda-mudi dalam memilih pergaulan, mereka hanya mencari orang orang yang bisa menyenangkan hatinya saja. Dan jika hatinya merasa senang dan nyaman, dia merasa itu yang diinginkan nya dan dan tidak peduli lagi apakah orang yang dia ajak bergaul, orang baik baik atau bukan.

Banyak alasan, mengapa para muda-mudi mencari teman yang bisa menyenangkan hatinya saja tanpa mempertimbangkan yang lainnya.
1. Karena memang pada dasarnya dia sendirilah yang ingin mencari teman yang bisa menyenangkan hatinya. ( Orang seperti ini pada dasarnya kurang didikan dan kurang perhatian. Jadi, yang dipikirkan hanya senang senang saja, atau sudah di didik tetapi tidak mau peduli.)
2. Karena terpengaruh terpengaruh teman. ( Orang seperti ini pada awalnya hanya ikut ikutan saja, dan tidak berusaha menghindari. Akhirnya ikut terjerumus juga. )
3. Merasa kecewa dalam hidupnya. ( Orang seperti ini biasanya karena ada suatu hal yang membuat hatinya terluka dan putus asa. Akhirnya dia mendekati teman temannya yang suka bersenang-senang.
4. Merasa tidak punya tujuan hidup. ( Orang seperti ini pada awalnya merasa hidupnya hampa, tidak tau harus berbuat apa. Dan akhirnya bosan, lalu mencari kesenangan bersama teman teman.
5. Merasa nyaman. ( Orang seperti ini kebanyakan karena secara kebetulan sudah berada di dalam suatu pergaulan yang tidak baik. Tapi entah mengapa, dia merasa nyaman disitu. Dan terus mau berada di lingkungan itu. )

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh anak-anak Tuhan yang telah menerima pembenaran dari Tuhan untuk menyikapi pergaulan hidup ini. Sehingga kita benar benar menjadi pribadi yang berbeda. Sikap hidup yang tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi yang ada, akan membawa kita kepada suatu kestabilan dan mencintai Tuhan.
Mazmur 1 : 1 - 2
" Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. "

Dengan bertekun dalam membangun hubungan dengan Tuhan, membuat kita tetap kuat menghadapi pergumulan hidup dalam diri kita.
Roma 12 : 2
" Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. "

Tuesday, 14 August 2012

Hidup Untuk Melayani


Dalam setiap kehidupan semua umat manusia, pasti pernah muncul sebuah pertanyaan dalam diri pribadi mereka masing masing.
" Mengapa saya hidup didunia ini, Tuhan? "
" Mengapa saya diciptakan Tuhan? "
Dan biasanya orang yang mempertanyakan arti hidupnya itu, ketika dia sedang berada di tengah tengah kehilangan gairah hidupnya. Entah karena hidupnya penuh masalah maupun karena sudah tidak kuat lagi menanggung beban berat.

Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus.
Pasti kita juga pernah bertanya kepada Tuhan, ketika kita putus asa menjalani hidup ini. "Tuhan buat apa aku dilahirkan, hanya untuk menderitakah?"

Amsal 16 : 4b
" Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing masing "

Tujuan orang orang duniawi yang hidup didunia ini bermacam macam :
1.  Ada yang hanya sekedar mempertahankan hidupnya saja, yang penting bisa makan.
2. Ada yang sekedar untuk alasan biologis saja, mumpung masih hidup di dunia ini, saya akan          merasakan sepuas puasnya hal hal yang bersifat duniawi.
3.  Ada yang tujuannya untuk senang senang saja, hidup sekali kok susah. Tidak mau prihatin.
4. Ada yang tujuannya mengumpulkan kekayaan saja. Tidak ingat saudara, tidak terlalu mementingkan keluarga bahkan lupa kepada Tuhan. Yang penting uang. 
5.  Ada yang pasif, adem ayem, diem saja. Yang penting hidup tenang.

Tetapi kita sebagai orang orang Kristen tidak boleh sama serupa dengan orang orang duniawi.
Roma 8 : 29
" Sebab semua orang yang dipilih Nya dari semula, mereka juga di tentukann Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak Nya, supaya Ia, anak Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. "

Jadi, tujuan hidup kita yang sebenarnya menurut Alkitab atau Firman Tuhan ini yaitu supaya kita menjadi serupa dengan gambaran Anak Nya Yesus Kristus. Seperti  apa yang telah Tuhan Yesus lakukan semasa hidup Nya. Kita diselamatkan bukan karena melayani, tetapi kita diselamatkan untuk MELAYANI.

Tuhan Yesus memakai siapa saja tanpa pilih pilih. Seperti Abraham yang sudah tua, Yakub si penipu, Yusuf yang dilecehkan saudara saudaranya, Musa yang gagap, Gideon yang miskin, Rahab yang seorang wanita sundal, Naomi yang janda, Daud yang affair dan memiliki masalah keluarga, Elia yang mau bunuh diri, Petrus si pemarah, Paulus si pembunuh dan lain lain.

Siapapun kita, bagaimanapun kondisi kita, seberapa besar dosa kita, jika kita bersedia dan mau di pakai oleh Tuhan. Tuhan akan memakai kita dan memberkati kita. Diberkatilah dan berbahagialah orang yang mau tergerak hatinya untuk dipakai Tuhan dan ingin dipakai Tuhan untuk MELAYANI TUHAN dan sesama.